IKLAN

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Bang Mara (Anak Pasisi Penakluk Badai)

Hajoran,10/10/2018. Istilah nelayan adalah Orang-orang yang Hari-harinya bekerja menangkap ikan Atau  dan yang hidup di dasar laut, Maupun di permukaan perairan. di peraiaran yang menjadi daerah tempatnya beraktifitas para nelayan. di Neagra-negara berkembang seperti di asia tenggara dan juga afrika, saat ini masih banayak Nelayan-nelayan yang menggunakan peralatan yang sangat sederhana dalam menangkap ikan.                                                                                                                            Mara Muda atau Bang Mara yang biasa dipanggil warga setempat adalaah salah satu nelayan tangguh yang tak kenal lelah dalam mencari nafkah demi kehidupan dimasa depan, pemuda yang  menggunakan alat tangkap tradisional ini punya impian agar segera dapat menikah ditahun 2019 ujarnya.bahkan dia sangat giat bekerja sebagai nelayan bagan tancap demi mngjar impiannya.
       Nah.. bagi Nelayan-nelayan di Negara-negara maju juga masih menggunakan peralatan modern dan juga menggunakan kapal yang besar dengan di lengkapi dengan Peralatan-peralatan canggih. Tidak memperpanjang Kata-kata lansung saja kita ke inti artikel ini yaitu Kumpulan Puisi Tentang Nelayan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Sang Nelayan Pencari Nafkah                                                                                                 Menyengat tapak kaki tak beralas
Nyiur lambaian kelapa menyapa
Sang pencari nafkah bergegas ke laut lepas

Di sambut ombak yang berkejar menerjang sampan
Kokoh tekat sang pencari nafkah
Tak peduli ombak dna karang menerjang
Demi ibadah  yang berkah

Wahai sahabatku sang nelayan pencar nafkah
Berguruku pada semangatmu
Berkacaku pada tekat ibadahmu
Sekecil apapun hasil
Engkau terima tampa mengeluh
Engkau nikmati dan mensyukuri

Banggaku menyebutmu seorang guru
Guru dalam kehidupan
Mengais nafkah yang berkah
Tampa perlu mengemis apa lagi berbuat bengis
Engkaulah yang mengerti arti berkah dan nafkah   
Harapan putih pasir pantai
Share:

Dua sahabat lagi On Air

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2019, mari kita semua melakukan hal-hal yang lebih baik dari tahun ini, sebagai salah satu contoh gak lagi suka berbohong.
Nah bro sist, ngomong-ngomong soal bohong nih, selama 2015 masih aja ada bertebaran berita-berita palsu, fake, bohong, alias hoax ya menyebar di masyarakat. Ane coba untuk rangkumin beberapa berita yang udah pasti ternyata hoax.Salah satunya berita terbaru seperti berita Ratna.
Mau tau apa aja? Langsung cekidot dibawah bray!

Share:

Pengertian Istilah "Zaman Now"

 Bagi warganet (netizen, citizen), penggunaan istilah zaman now bukanlah sesuatu yang asing. Istilah ini sering dimunculkan dalam berbagai komentar dan aktivitas netizen selama berselancar di media internet.  Awalnya netizen menggunakan istilah Kids jaman now, kini hanya frase zaman nowyang mengikuti kata lain sebagai pengganti kata kids. Misalnya, gubernur zaman now, orang tua zaman now, mahasiswa zaman now, sekolah zaman now, dan lain-lain. Apakah Anda juga pernah menggunakannya? Kalaupun tidak, mungkin Anda pernah mendengar atau membacanya. Dalam tulisan ini saya akan membahas mengenai penggunaan istilah zaman nowyang begitu seringnya digunakan.
Entah siapa yang pertama kali dan di mana dimunculkan, istilah zaman now ini kerap digunakan. Istilah ini pernah juga di-tweet oleh acount twitter @kemdikbud.ri untuk menjelaskan penulisannya yang benar. Awalnya warganet sering menulis jaman now, dan disarankan yang benarnya adalah zaman now; dan lebih baik lagi ialah menggunakan padanannya dalam bahasa Indonesia, yaitu zaman sekarang.
Dalam ilmu linguistik (ilmu bahasa), bentuk zaman now terdiri atas dua kata, yakni zamandan now. Secara etimologi, kata zaman berasal dari bahasa Indonesia yang artinya (1) jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa, dan (2) kala; waktu. Sementara nowadalah kata yang berasal dari bahasa Inggris yang bisa diartikan 'sekarang'. Dengan demikian secara harafiah zaman now dapat diartikan sebagai 'zaman sekarang' atau 'masa kini' atau juga 'saat ini'.
             Sebuah kata atau frase yang menjadi sebuah istilah bisa terjadi perubahan makna (semantic change). Perubahan ini bergantung pada konteks penggunaannya. Istilah zaman now adalah istilah yang ditarik dari "Kids jaman now" sebagaimana yang digambarkan sebelumnya. Penggunaan istilah "kids jaman now" menggambarkan keadaan anak-anak zaman sekarang. Jika mengaitkan kebiasaan anak-anak zaman sekarang dengan yang sebelumnya, kita akan menemukan hal-hal yang berbeda di situ. Misalnya, gaya hidup yang bergantung pada gadget. Apapun yang dilakukan selalu diabadikan dengan kamera atau bahasa kerennya selfi. Mau makan, harus selfi; sedang tidur, selfi juga; sedang menangis karena patah hati dicuekin atau ditinggalkan pacar, selfi juga; bahkan mau bunuh diri juga selfi juga. Heheheh.. siapa yang sering seperti itu; pasti dalam hatinya "Wah, aku banget nih". Kena deh!
        Tidak sebatas mengabadikan gambar, setelah selfi tidak afdol kalau tidak di-posting. Makan di KFC, di-post. Padahal mungkin baru sekali masuk KFC. Kalau sedang makan ubi bakar mungkin akan berpikir beberapa kali sebelum di-posting. Sedang tidur di-post dengan gambar tertutup mata, lalu keterangan gambar "sedang tidur". Lucu bukan. Siapa yang tidur, siapa yang mencet kamera. Begitulah kira-kira gambaran "kids jaman now". Demikian dipahami bahwa istilah "kids jaman now" adalah suatu kebiasaan remaja masa kini yang berbeda dengan remaja masa lalu. Perbedaan itu cenderung berkonotasi negatif--terlalu berlebihan dari yang sewajarnya.
         Konteks penggunaan suatu kata atau frase yang menjadi sebuah istilah bisa mengalami perubahan atau juga pergeseran makna. Istilah zaman now ini sering dilekatkan mengikuti kata yang lain dengan pengertian yang sama. Inilah perlikau generalisasi (perluasan) semantis. Dengan kata lain, sebuah kata mengalami perluasan arti daripada yang sebelumnya. Istilah dulu hanyalah "kids jaman now", kini apapun bisa dilekatkan dengan zaman now, misalnya ayah zaman now, dan lain-lain. Inilah salah satu fakta bahwa bahasa bersifat kreatif sebagaimana dikatakan Noam Chomsky, pakar bahasa generatif.
Jadi zaman now tidak sekedar memiliki arti 'masa kini' atau 'zaman sekarang' semata, tetapi lebih dari itu. Istilah zaman now memiliki arti "berbeda dari lazimnya". Seperti itulah gambaran arti istilah zaman now.
Share:

Asal Mula Nama Hajoran Tapanuli tengah

Hajoran adalah kampung  indah  kampung  Nelayan yang berada di pinggir pesisirTeluk Tapian Nauli  di kecamatan Pandan, dahulunya Desa ini salah satu desa terluas di Tapanuli Tengah, terdiri dari berbagai dusun yang dahulu hanya  sebuah Desa, dari Kelurahan Muara libung (lingkungan I hajoran) sampai dengan kelurahan Budi luhur berbatas (jembatan Pandan) Karena begitu luasnya Desa ini dimekarkan Pada tahun 2011 hingga terdiri dari berbagai kelurahan yaitu, kelurahan Muara Libung ,Kelurahan Hajoran Indah,  Desa Aek Garut, Kelurahan kalangan Indah, Kelurahan Kalangan Induk, Kelurahan Mangga dua, Kelurahan  Budi Luhur.

Jaman dahulu kawasan ini adalah sarang begal (penyamun) yang selalu menunggu mangsa yang dari arah selatan (padang sidempuan) untuk menjadi santapan empuk para perampok di sekitar tanjakan gunung sebelah Kalangan yang berhutan lebat (ada sebuah   Batu di sini yang bernama Batu Parniatan)batu ini adalah tempatnya Kaum Tionghua melakukan pemujaan.

Mereka yang telah dirampok umumnya selalu mengucapkan ‘joran au bah lao sahali nai tu son !’ (Jera saya pergi lagi ke sini!) sehingga kampung ini selalu mereka sebut Kampung Hajoraan, yang menjadi nama desa indah dan damai itu sampai sekarang.


Share:

Wanita Ini Sukses Jualan Hijab Hingga ke AS dan Inggris

Detik.com
- Bisnis apa yang paling prospektif dan disarankan dijalankan anak muda? Jika pertanyaan itu ditanyakan ke Ajeng, satu-satunya jawabannya adalah bisnis e-commerce. Pemilik nama lengkap Diajeng Lestari Soekotjo ini, kini gilang gemilang membuat situs penjualan hijab bernama Hijup.

Merintis bisnis sejak Agustus 2011 silam dengan hanya dibantu satu asisten yang tak lain adalah teman kuliahnya, kini Hijup jadi salah satu startup busana muslim dengan penjualan terbesar di Indonesia. Kini dengan mempekerjakan 120 orang, 80% karyawan wanita, toko online miliknya menjual lusinan merek dari sekitar 200 desainer hijab.

Sebelum memulai kesibukannya membangun e-commerce, lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini sempat meniti karir sebagai research marketing.


"Sebelumnya karyawan marketing riset, tahun 2011 saya berhenti dan beranikan terjun ke e-commerce. Kenapa saya pilih menjual hijab, karena banyak wanita karir yang kesulitan mencari hijab sesuai fashion-nya yang very well. Ke mal pun susah cari, dari situ saya berpikir kenapa tidak menjual hijab dengan desain-desain yang dinamis," kata Ajeng, ditemui di acara Google for Indonesia, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

"Dan rupanya keputusan berhenti di pekerjaan didukung penuh sama suami saya. Berani memulai dengan teman saya dengan modal kurang dari Rp 10 juta saat itu, ruangan hanya 2x3 meter," tambah istri dari Achmad Zakky, CEO BukaLapak.com ini.

Menurutnya, sukses bisnisnya tak lepas dari pemahaman menangkap orientasi perubahan fashion hijab yang disukai wanita muda. Ini sesuai dengan motto Hijup yakni LORD yang merupakan kepanjangan Lean, Open, Result, Oriented, dan Dynamic.

"Kemudian yang berbeda, Hijup menawarkan tak hanya sekadar konten fashion kemudian diskon-diskon, namun bisa menginspirasi dengan desain yang hidup. Kita sudah kerja sama dengan 120 desainer, sebelumnya hanya 14 desainer," ucap Ajeng.

Soal pemasaran, sebagai pelaku bisnis e-commerce, dirinya lebih mengandalkan promosi dari instagram, news letter, sampai video hijup yang rupanya cukup populer di Youtube.

Usahanya tak selamanya mulus. Sejak 2011 membangun bisnis sampai setahun setelahnya, Hijup bisa dikatakan jalan di tempat. Penjualan masih stagnan dan tak banyak tumbuh, hingga akhirnya Ajeng cuti dari Hijup karena hamil anak pertama.

"Titik baliknya akhirnya bisa sebesar saat ini malah terjadi saat cuti hamil. Di situ ternyata saya punya banyak waktu untuk memikirkan apa-apa yang kurang. Dan ternyata kuncinya hanya 3 yaitu rekrut orang terbaik, pengelolaan keuangan di bank, dan desain," ujar Ajeng.

Soal kiat berbisnis membangun perusahaan startup, modal utamanya adalah melihat minat dari diri sendiri.

"Kalau Anda suka masak, bisnis masak, apa pun itu tinggal dijalankan. Apalagi sekarang eranya persaingan bebas, jangan sampai kita hanya jadi penonton saja," ungkap wanita kelahiran Bekasi, 30 tahun silam ini.

Kendati demikian, Ajeng enggan mengungkapkan berapa omzet penjualan dari Hijup. Produknya tak hanya beredar di Indonesia, namun juga laris manis hingga ke berbagai negara seperti India, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat (AS), dan Inggris.
Share:

Cerita Bos Brodo Pernah Galau Pilih Bisnis atau Kerja Kantoran


Jakarta - Founder Brodo, Yukka Harlanda, bercerita pernah dihadapkan pada dua pilihan sebelum akhirnya jadi pengusaha. Setelah lulus kuliah, Yukka ingin bekerja di perusahaan migas karena bisa meraup penghasilan besar.  Tapi di sisi lain, bisnis sepatu dengan merek Brodo mulai menghasilkan.

"Momen kegalauan muncul, waktu lulus Brodo sudah menghasilkan, dan kita mulai kerja," ujar Yukka dalam acara d'preneur Entrepreneur Juara di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Selasa (15/8/2017). Momen galau itu makin kuat setelah Yukka dipanggil sebuah perusahaan migas untuk wawancara. Di waktu yang sama Yukka berkesempatan mengenalkan Brodo dalam sebuah pameran besar.


"Jadi berpikir, pameran enggak bisa diulang, kalau wawancara bisa diulang apalagi usia masih muda. Jadi mikirnya, lulus full time dulu di Brodo, kalau nanti gagal, masih bisa kerja karena masih muda," cerita Yukka. Singkat cerita, Yukka akhirnya memilih menekuni bisnis sepatu hingga sukses seperti sekarang. Ia mengatakan, memilih bisnis tak melulu dari ssuatu yang digemari, tapi diawali dari pertanyaan kenapa ingin usaha?


"Jadi mindset itu kenapa usaha, terus lihat kondisi keuangan. Kalau keuangan banyak cicilan, terus keluar kerja, lalu bikin usaha itu tidak baik," kata Yukka.

Selain itu, harus bisa meminimalisir risiko usaha yang ingin dijalankan. Jangan sampai hanya sekadar menjalankan bisnis tanpa mengetahui risikonya ke depan. (hns/hns)
Share:

Bos Brodo: Modal Smartphone Sudah Bisa Mulai Bisnis

Jika sudah punya keinginan memulai bisnis, jangan lagi ditunda-tunda. Apalagi dengan kehadiran smartphone, memulai bisnis lewat teknologi digital semakin mudah. "Ini era di mana saat kita memulai usaha, modal smartphone saja sudah bisa memulai sesuatu. Ini sesuatu yang kita punya, manfaatkan. Buat yang masih muda, waktunya sekarang itu memang pas banget," kata Founder Brodo, Yukka Harlanda, dalam acara d'preneur Entrepreneur Juara di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Selasa (15/8/2017). "Jawaban bijaknya, memulai bisnis memang harus dimulai sekarang ini. Saya beruntung banget tembakan pertamanya langsung berhasil," lanjut Yukka. Yang jelas, Yukka menambahkan, jangan takut gagal dalam berbisnis, apalagi kegagalan tidak mungkin dihindari. Oleh karena itu, dia menyarankan para enterpreneur dapat mengubah cara berpikir, kegagalan menjadi hal positif untuk naik ke level selanjutnya. "Masalah jatuh enggak mungkin dihindari, namanya usaha. Jadi mindset yang harus beda, anggap saja ujian untuk naik kelas," tutur Yukka. (eds/hns)
Share:

Forkapsita membentuk seni Tari dan teater

Rencana pembentukan sanggar seni tari dan teater Jolong Basusuk bersama Forkap Sita, dalam upaya menggelorakan budaya Pasisi di kalangan muda - mudi, khususnya di Kelurahan Hajoran. kecamatan pandan KabupatenTapanuli Tengah

Share:

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Popular Posts

Alamat

Featured Post

Ekspresinya Arumi

BTemplates.com

Label

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Recent Posts

Label Cloud

Berita (8) Budaya (5) CAMERA (1) Dokumentasi (2) Dunia (1) Islam (1) Nasional (3) Sejarah (3) Seni Tari (2) Sibolga (2) Traveling (1) Uang (3) Wisata Bahari (1)

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Pages